Kami Mengabdi untuk UKM Indonesia

GEDUNG RUMAH BESAR KEMASAN

Puri Keraton Regency A12 - A14, 

Jalan Raya Sambiroto, Mlaten, Puri, Mojokerto - Jawa Timur

Telp . 0321 - 5885726 | Mobile : 085748480019 | WA : 082257356890 PIN BB : D4EB8CC3

Marketing Mobile : 081555694526 | 081555694527 | 081555694534 | 081555694537

.

Aturan Desain Kemasan Obat Tradisional

Post at 27 September 2014
Aturan Desain Kemasan Obat Tradisional

Maraknya peredaran obat tradisional(herbal) ilegal di Indonesia telah merugikan banyak pihak. Konsumen misalnya, mereka bisa menderita penyakit yang lebih parah jika mengonsumsi obat yang salah ataupun dosis yang tidak tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai aturan dalam desain kemasan obat tradisional menjadi peluang bagi para produsen jamu nakal yang hanya ingin meraup keuntungan. Kemasan obat tradisional memiliki aturan-aturan yang jelas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Desain kemasan obat yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan ini akan ditolak dengan mentah oleh BPOM, menjadikan produk tersebut tidak memiliki nomor registrasi dan menjadi ilegal bila diedarkan. Di sini saya akan berbagi mengenai aturan desain kemasan obat tradisional yang saya ketahui selama saya bekerja sebagai desainer di PT. Liza Herbal.

cellery-sticker1

Gambar di atas adalah salah satu contoh desain saya yaitu desain kemasan stiker herbal capsule Cellery. Ini adalah desain versi revisi dari desain sebelumnya. Cellery adalah obat tradisional yang berasal dari bahan baku daun seledri yang dikeringkan kemudian dikemas dalam bentuk kapsul transparan. Semua proses dilakukan dengan QC yang ketat dan mengacu pada aturan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik). Khasiatnya adalah membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Aturan-aturan Desain Kemasan Obat Tradisional BPOM

regulasi-cellery

Merk Sebuah produk obat tradisional harus memiliki merk / penamaan. Merk dengan menggunakan salah satu nama bahan baku produk (contoh : ceremai) tetap bisa didaftarkan ke BPOM. Namun akan menjadi masalah ketika merk tersebut akan dipatenkan ke Dirjen Haki. Karena pematenan produk tidak boleh menggunakan suatu nama generik (harus nama baru).

Saran : desainlah nama merk secara menonjol untuk menarik perhatian. pemilihan jenis font, warna dan penempatan merk sangat berpengaruh pada tingkat atraktif produk tersebut.

Ilustrasi
Gunakanlah ilustrasi sebagai pemanis. Umunya BPOM mentolerir penggunaan ilustrasi seperti gambar tumbuhan dan simbol-simbol yang tidak dilarang (tetap berkaitan dengan khasiat produk). Namun, BPOM tidak mentolerir ilustrasi dengan menggunakan gambar-gambar seperti :

Bagian tubuh manusia
gambar virus / bakteri
Khasiat (preview – optional dari produsen)

Untuk mempermudah masyarakat melihat & memahami khasiat suatu produk, kadang khasiat dicantumkan juga di bagian depan kemasan.
Nomor Registrasi
Nomor registrasi / pendaftaran untuk jenis obat tradisional jamu terdiri dari 9 digit dan diawali dengan POM TR. Badan POM mengeluarkan 1 nomor registrasi untuk 1 item produk.
Logo Obat Tradisional / Jamu
Logo jamu harus dicantumkan! BPOM membuat aturan logo ini harus dicantumkan di bagian kiri atas. penggunaan warna logo juga tidak bisa dirubah, standard yang digunakan adalah warna hijau tua. BPOM memiliki buku panduan yang berisikan gambar logo boleh digunakan.
Obat tradisional memiliki 3 tingkatan. pertama adalah Jamu, kedua Obat Herbal Terstandar (OHT), ketiga Fitofarmaka. OHT dan Fitofarmaka memiliki logo yang berbeda dengan jamu. kedua level ini adalah level lanjutan di mana suatu produk obat tradisional harus memiliki kriteria-kriteria tertentu. Fitofarmaka memiliki khasiat yang telah teruji klinis dan bisa disejajarkan dengan obat farmasi.
Produsen
Produsen obat tradisional juga harus dicantumkan di suatu kemasan obat. Hal ini untuk memudahkan konsumen mengenai reputasi suatu perusahaan dalam memproduksi obat tradisional dan mencari info mengenai produsen obat. Bagi produsen sendiri pencantuman ini penting untuk membangun citra perusahaan dan produknya.
Komposisi Produk
Sebuah obat tradisional mengandung 1 atau beberapa racikan bahan obat. Aturan penulisannya menggunakan nama latin bahan dan mencantumkan jumlah berat masing-masing bahan.
Contoh untuk penulisan bahan baku daun pegagan : Centella asiatica Herba……..400 mg
Centella = nama depan menggunakan awalan kapital. text style harus italic (miring).
asiatica = nama kedua menggunakan awalan non-kapital. text style harus italic.
Herba = adalah nama latin daun, nama bagian tumbuhan yang digunakan berawalan kapital. text style harus non-italic.
Peringatan / Perhatian (optional dari BPOM)
Pencantuman peringatan / perhatian hanya perlu cicantumkan di beberapa jenis produk seperti produk penurun tekanan darah, pelangsing, diabetes, dan lainnya.
Netto / Isi
Pencantuman netto diperlukan untuk memberikan info yang berkaitan dengan dosis pemakaian.
Khasiat Produk (Inti)
Khasiat yang dicantumkan pada suatu kemasan obat tradisional harus sama dengan sertifikat yang diberikan oleh BPOM. Khasiat tidak boleh dilebih-lebihkan/dramatis (contoh : menyembuhkan stroke). Umumnya, BPOM menggunakan kalimat “membantu mengatasi…”, “secara tradisional digunakan untuk…”, dan lainnya. Bila ditemukan pencantuman khasiat yang berlebihan pada suatu merk obat tradisional, maka produk tersebut patut diselidiki.
Cara Penyimpanan
Obat tradisional memiliki standar tertentu dalam hal penyimpanan. Umumnya kalimat yang ditulis adalah, “simpan di tempat sejuk dan kering serta terhindar dari cahaya matahari langsung”. Hal ini bertujuan agar kandungan produk tidak mudah kadaluwarsa.
Dosis
Seperti obat dokter, obat tradisional juga memiliki aturan dosis yang dianjurkan. Dosis untuk pengobatan berbeda dengan pencegahan. Dosis yang berlebihan dalam mengkonsumsi obat tradisional juga akan menimbulkan efek samping.
Nomor Produksi & Expired Date
Pencantuman kode produksi diperlukan baik oleh produsen maupun konsumen guna mempermudah mengecek tanggal produksi, ataupun hal lain seperti pengajuan complaint dari konsumen atas ketidakpuasan isi produk.
Tanggal kadaluwarsa harus dicantumkan guna mempermudah konsumen dalam menentukan pilihan produk yang akan dikonsumsi.
Logo Halal
Bagi beberapa produsen, logo halal berikut nomornya sangat dipentingkan. Sikap masyarakat Indonesia yang begitu mementingkan kehalalan suatu produk menjadikan logo halal penting untuk dicantumkan.

PS: Sekilas mengenai konsep desain saya adalah menciptakan citra modern mengenai jenis obat tradisional. obat jenis ini kini tidak bisa dianggap remeh lagi dibanding obat farmasi, karena khasiatnya yang makin terbukti dan minim efek samping.

Category: Belajar Kemasan